Akhirnya saya sampai di "Persimpangan Hati"... yaah sedikit lebai sih tapi saya tidak tau harus mengungkapkan dengan apa keadaan dan apa yang sedang saya rasakan...
Belajar dari Pengalaman...
yaah seharusnya begitulah setiap manusia, belajar dari pengalaman hidupnya, kesalahannya, dan segala hal yang telah dilalui untuk atau agar bisa lebih baik di masa depan...simple dan mudah sebenarnya...tapi memang ada beberapa orang yangg tidak pernah mau belajar, mengingat atau sekedar memandang ke belakang agar tidak terjatuh di depan...seperti dia, dia yang kini berada dalam persimpangan hati saya...
Melangkah atau Bertahan...
pilihan yang sangat sederhana, tetapi sangat sulit memilihnya....seperti mendapat pilihan mau mewujudkan impian atau hanya pasrah kepada takdir? yaa menurut hidup kita memang sudah di atur Tuhan, dan Tuhan itu maha adil...dan kita selalu diberi kesempatan untuk memilih takdir kita sendiri dengan apapun jalan dan pilihan yang kita inginkan...
Semua hanya butuh Waktu...
yaa itu pun termasuk dalam suatu pilihan...waktu untuk bertahan, waktu untuk melupakan atau waktu dengan berbagai pilian lain...saya jadi ingat teman saya pernah berkata kepada saya "ketika kmu merasa dia satu-satunya, maka dunia akan merasa begitu sempit...tetapi bila kmu tidak menjadikan dia satu-satunya, maka dunia akan memelukmu dan begitu terasa luas" hhhmmm...aneh ya mungkin, sampai detik ini pun saya tidak bisa mengartikan maksud dia tersebut...entahlah, masih pentingkah arti sebuah kesetiaan?
untuk sayaa yaa sangat begitu penting, tapi bila belajar dari pengalaman, semua kesetiaan saya tidak pernah berbuah manis... :)
Rabu, 10 November 2010
Kamis, 10 Juni 2010
My First Novel "CHAMRLOVE"
Semalam ketika saya sedang mencari DVD HARRY POTTER yang ke 4, saya menemukan sebuah buku usang di laci saya. Dan ketika saya melihat ternyata itu adalah Novel pertama saya yang saya tulis dengan pensil. Saya pun membaca Novel itu kembali, Novel itu saya tulis ketika saya kelas 1 SMA, ya walaupun Novel itu masih jauh dari kata bagus, baik dalam penulisan kalimat maupun pemilihan kata-kata, tapi saya rasa siapapun yang membacanya pasti bisa ikut terbawa dalam novel tersebut. Membaca Novel tersebut membuat pikiran saya terbang ke masa-masa ketika saya menulis novel tersebut. Novel tersebut berisi Impian-impian saya dan 3 sahabat saya pada saat itu, Tifani, Sukma dan Alivya. Ya sahabat saya pada saat itu, mengapa? karna kini kami sudah berpisah jarak, waktu, bahkan segala-galanya...
Ada rasa keinginan untuk melanjutkan novel tersebut, tetapi jujur saya sudah begitu lupa dengan alur cerita yang dulu begitu tersimpan rapi dalam otak saya. Mungkin saya sudah lupa dengan masa-masa itu, dengan impian-impian saya dan ke-3 sahabat saya, juga dengan tokoh-tokoh dalam novel itu yang sebenarnya ada dalam dunia nyata.
Sedih, sakit, pilu, kecewa dan berbagai rasa semua bercampur aduk ketika saya membalik helai demi helai lembaran kertas itu, pikiran saya kembali ke masa itu, tetapi sakit rasanya bisa mengingat masa itu...ada banyak kejadian yang menghancurkan impian-impian kami yang kami tuang di novel itu. Dan sekarang, semuanya telah berubah...sangat berubah.
Yaa sebenarnya bisa saja saya melanjutkan novel tersebut, dengan imajinasi saya sendiri dan sedikit-sedikit ingatan masa lalu itu. Tetapi, sanggupkah saya menulisnya? Karna sebagian besar tokoh dalam novel itu adalah saya dan pacar saya pada saat itu...hhmmm.
Berhubung kini, saya dan dia sudah putus dan kami mempunyai kisah yang sangat-sangat tidak terlupakan, dan kini kami benar-benar memutuskan untuk lost contact agar bisa total saling melupakan...bagaimana mungkin saya melanjutkan novel tersebut tanpa mengingatnya?
Dan juga ke-3 sahabat saya itu, kini hubungan kami renggang karena mantan saya itu pula, ya panjang lah ceritanya...saya sempat melupakan dan tidak ingin tahu lagi terhadap mereka, walau di Facebook kami berteman, tetapi rasanya kami ber-4 terlalu sombong untuk saling menyapa, walau sebenarnya saya yakin kami saling merindukan...apalagi ketika saya kembali membaca novel tersebut, dan mengenang masa-masa indah itu...1 SMA, masa kami benar-benar menuju remaja...indah sekali...walau hanya 1,5 tahun bisa bersekolah bersama kalian...sekarang saya sadar kalau masa-masa itu sangat indah dan tidak tergantikan...
Walau sekarang semua telah berbeda, berubah dan hancur...saya yakin, suatu saat ketika mereka melihat novel ini, maka mereka pun akan mengingat masa itu lagi...
Saya pun memutuskan untuk melajutkan novel tersebut...demi mengenang persahabatan kita... :)
Ada rasa keinginan untuk melanjutkan novel tersebut, tetapi jujur saya sudah begitu lupa dengan alur cerita yang dulu begitu tersimpan rapi dalam otak saya. Mungkin saya sudah lupa dengan masa-masa itu, dengan impian-impian saya dan ke-3 sahabat saya, juga dengan tokoh-tokoh dalam novel itu yang sebenarnya ada dalam dunia nyata.
Sedih, sakit, pilu, kecewa dan berbagai rasa semua bercampur aduk ketika saya membalik helai demi helai lembaran kertas itu, pikiran saya kembali ke masa itu, tetapi sakit rasanya bisa mengingat masa itu...ada banyak kejadian yang menghancurkan impian-impian kami yang kami tuang di novel itu. Dan sekarang, semuanya telah berubah...sangat berubah.
Yaa sebenarnya bisa saja saya melanjutkan novel tersebut, dengan imajinasi saya sendiri dan sedikit-sedikit ingatan masa lalu itu. Tetapi, sanggupkah saya menulisnya? Karna sebagian besar tokoh dalam novel itu adalah saya dan pacar saya pada saat itu...hhmmm.
Berhubung kini, saya dan dia sudah putus dan kami mempunyai kisah yang sangat-sangat tidak terlupakan, dan kini kami benar-benar memutuskan untuk lost contact agar bisa total saling melupakan...bagaimana mungkin saya melanjutkan novel tersebut tanpa mengingatnya?
Dan juga ke-3 sahabat saya itu, kini hubungan kami renggang karena mantan saya itu pula, ya panjang lah ceritanya...saya sempat melupakan dan tidak ingin tahu lagi terhadap mereka, walau di Facebook kami berteman, tetapi rasanya kami ber-4 terlalu sombong untuk saling menyapa, walau sebenarnya saya yakin kami saling merindukan...apalagi ketika saya kembali membaca novel tersebut, dan mengenang masa-masa indah itu...1 SMA, masa kami benar-benar menuju remaja...indah sekali...walau hanya 1,5 tahun bisa bersekolah bersama kalian...sekarang saya sadar kalau masa-masa itu sangat indah dan tidak tergantikan...
Walau sekarang semua telah berbeda, berubah dan hancur...saya yakin, suatu saat ketika mereka melihat novel ini, maka mereka pun akan mengingat masa itu lagi...
Saya pun memutuskan untuk melajutkan novel tersebut...demi mengenang persahabatan kita... :)
Rabu, 09 Juni 2010
when he makes me sick of lies......
Untuk ke sekian kalinya saya merasa seperti orang bodoh di hadapan dia. Dan semalam saya benar-benar muak dengan semua ini, yaa bukannya saya perhitungan atau apalah...yaa namanya juga berpacaran...yaa berpacaran...tapi, apa memang masih bisa kita di sebut berpacaran? bila :
Sampai detik ini saya menyayanginya...tetapi wajar rasanya bila perasaan saya sedikit-demi sedikit terkikis oleh perasaan kecewa atas perbuatan dia, dan saya sudah beribu kali pula memberi dia kesempatan untuk berubah, tetapi sampai kapan?
Saya hanya manusia biasa yang mempunyai impian dan berusaha mewujudkan impian saya, tidak lupa saya ajak dia berandil dalam impian saya, membantu dia untuk pelan-pelan munuju kesuksesan...walaupun mungkin terlalu jauh, yang penting saya berusaha mengajak dia untuk berusaha dari dini untuk mencapai kesuksesan...tapi tidak ada sedikitpun kemauan dia untuk mewujudkannya. Jadi saya mulai berfikir, bagaimana masa depan saya klo dia bgni? selama ini saya jungkir balik demi hidup saya, ibu saya dan sedikit untuk dia bila dia ingin serius bersama saya menuju hubungan yang lebih serius, tapi kalau dia bgni terus...apa lagi usaha saya yang bisa membantu dia? saya tidak bisa terus bgni, saya harus melakukan perubahan, demi masa depan saya dan ibu saya. dan tentunya semua harus sesuai dengan impian dan prinsip saya. Bila memang dia bukan jodoh saya, mau bagaimana lagi? saya selalu berharap bersama dia, tetapi bila kenyataannya nya berkata lain? Saya sudah berusaha untuk menjadikan dia lebih baik, tidak seperti yang saya mau pun tidak apa-apa...asalkan lebih baik...yaa untuk masa depan "kita" ahahaa...susah memang, dasarnya saja, saya selalu memikirkan dia, dan dia tidak pernah memikirkan saya, apalagi masa depan kita?
saat ini saya benar-benar berada di posisi yang sulit...ingin lepas...tapi dia tidak mau, yaa mungkin dia sayang sama saya, atau mungkin hanya merasa nyaman? sering saya katakan kepada dia, kalau dia hanya merasa nyaman dengan saya...mengapa tidak berteman saya? atau bersahabat? saya tidak akan pernah berubah, tetap akan selalu ada buat dia dan membantu dia semampu saya, karna saya juga menyayangi dia...tapi mungkin status kita saja yang berubah, dengan kata lain kita harus tau batas persahabatan kita dan merelakan saya dengan pria lain seperti saya juga harus merelakan dia dengan wanita lain...iya kan? tapi dia tidak mau...dan saya terlalu menyayangi dia sehingga, sedikitpun tidak mau mengecewakan dia...bahkan sekedar tidak membalas smsnya / tidak mengangkat telfonnya saja saya tidak tega...tidak seperti dia yang seenak nya selalu mengabaikan sms / telfon saya...
Tapi bagaimana bisa ya? dia bilang teramat menyayangi saya, tidak siap bahkan tidak akan pernah siap kehilangan saya...tetapi perlakuan dia terhadap saya tidak sesuai dengan ucapannya...
Ya sampai detik ini saya masih bisa bersabar dan memberi kesempatan dia untuk berubah...tetapi maaf karna saya tidak bisa menutup hati saya lagi untuk orang lain, karna life must go on...saya harus memikirkan masa depan saya, dan saya tidak mau munafik bila ada orang lain yang menyayangi saya dan bisa mengabulkan impian saya, saya harus berikir ulang untuk terus menunggu perubahan anda... :)
with Love,
- Dia sudah memutuskan link relationship kita di Facebook tanpa alasan yang jelas, oke, dia memang memberi sebuah alasan "aku ga mau hubungan kita cuman sebatas link Facebook, walau kita ngga nge-link tapi kita kan ngga putus..." oke, tapi apa sih maksud dari semua itu? menurut saya link itu memang hal sepele, tapi klo emang itu hal sepele, buat apa dia melakukan hal itu? dan perlu di ketahui dan di garis bawahi...setiap dia ke GEP "bandel" ama saya, dia pasti meminta maaf serta merayu saya dengan cara merubah link Relationship kami di Facebook dari "In Relationship" menjadi "Married", tetapi...kemudian kalau suasana sudah membaik, maka dia akan merubahnya kembali menjadi "In Relationship"...ANEH !! jelas ANEH, sekarang apa yang dia lakukan? memutuskannya dengan sesuka hati...yeeaa...rasanya wajar klo saya mencurigainya, mungkin dia ingin menunjukkan ke seorang atau mungkin beberapa gadis bahwa dia sedang dalam tahap menuju "single"...ya Tuhan, betapa bodohnya dia kalau berfikiran saya tidak bisa membaca semua skenario dia...hahahaha. Saya berfikir berdasarkan pengalaman saya bersamanya, jadi rasanya lucu sekali kalau dia merasa bisa membodohi saya. Bahkan dia pernah berkata kalau hal itu (memutuskan link) dia lakukan hanya untuk mencari sensasi...oke, awalya saya ngotot memaksa dia untuk menyambung kembali...dan dia dengan angkuhnya menunda-nunda. Dan sekarang, saya ikut menikmati permainan dia...saya menyebarkan bahwa kita sudah putus...dan anehnya, dia tidak rela hal itu tersebar dalam lingkungan teman2 saya, tapi dia senang bila tersebar dalam lingkungan teman2 dia...Ya Tuhan, its really funny !! and DISGUSTING !! dan bagaimana saya tidak berfikir buruk kalau dia jarang sekali berinteraksi dengan fb saya...benar-benar ingin menggambarkan bahwa kita sudah berakhir...oke, sekarang saya ikuti permainan dia, tapi mengapa dia malah mengancam saya kalau sampai saya membalas semua perbuatan dia, maka fatal untuk saya? wahwahwah...;D
- BERBOHONG itu sudah menjadi makanan dia sehari-hari kepada saya, mungkin dia pikir saya percaya saja dengan semua ucapan dia, yaa, saya percaya karna saya menghargai dia sebagai pacar saya...tapi lama-lama jadi seperti orang bodoh juga yaa kalau saya mempercayai dia...yang sebenernya saya tau semua itu BOHONG !!! TRAGIS sekali... ;)
- MONEY...buat saya, seberapapun banyaknya uang yang saya kasih ke dia itu bukan masalah, tapi kadang sedih aja kalau mengingat bagaimana cara saya mendapatkan uang itu dan bagaimana cara dia menghabiskannya...saya bekerja senin-sabtu...untuk diri saya sendiri dan untuk Ibu saya, dan sepertinya untuk dia juga...saya bekerja...lalu sorenya saya harus kuliah...dan sambil bekerja dan berkuliah itu, saya harus membawa barang jualan saya (aksesories) yang saya dagangkan di kantor dan di kampus...sungguh perjuangan menurut saya. tapi demi orang-orang yang saya sayangi (termasuk dia) semua saya jalani walaupun saya sering mengeluh...rasanya wajar?! kadang, dalam keadaan ada atau tidak, cukup atau tidak cukup, demi dia selalu saya usahakan...hingga tidak pernah memikirkan diri saya sendiri. Tidak apa-apa...selama saya merasa itu berguna untuk dia, dan saya bahagia dengan dia...tetapi, akhir-akhir ini saya mulai berfikir, saya lelah bekerja, dan dia menghabiskan uang saya untuk sesuatu yang tidak penting, teman-temannya terkadang dengan mudahnya menyuruh dia meminta uang untuk mereka pula...dan teman-temannya itu pula yang selalu lebih dia pentingkan dari pada saya? saya selalu menjadi manusia bodoh bila ada di sampingya...aah tidak selalu di sampingnya bahkan selama saya ada dalam hidupnya saya merasa menjadi manusia bodoh...saya harus memeras otak untuk hidup saya, ibu saya dan dia...walau sdikit...dan dia ketika saya membutuhkan sesuatu, ya membutuhkan uang misalnya, saya meminjam, bukan meminta seperti yang dia lakukan. seperti contohnya, dia sering meminta diisikan pulsa kepada saya, malah kadang itu inisiatif saay sendiri mengisikan dia pulsa, karna saya ingin lancar berkomunikasi dengan dia...tetapi kenyataannya pulsanya sering sekali habis...dia bilang buat FBan...yaa, saya brerharap untuk FBan dengan saya...tetapi entah lah FBan dengan siapa dia...lalu, untuk menelefon dan sms teman2nya di organisasi kampusnya...tetapi mengapa sering dia sembungikan hapenya dari saya? apa ada sms dari wanita lain? oh dear, i dont care now !! saya hanya tertawa rasanya sekarang bila semua itu terjadi...apalagi betapa seringnya dia mencurigai saya, memeriksa hape saya, dan saya tidak pernah melarang dia, karna saya tidak pernah menyembunyikan apa-apa dari dia...dan saya kecewa, karna dia merasa keberatan...walaupun dia bersedia, tapi dia merasa keberatan...padahal, dia masih full di hidupi oleh keluarganya. Dari respon dia saja saya sudah kecewa... :) dia bisa beralasan, karna dia belum bekerja, dia tidak bisa memberikan apa-apa untuk saya, oke...tapi apa tidak ada usaha? seperti usaha dia untuk vespa tersayangnya yang menghabiskan uang ratusan ribu pula? saya hanya ingin melihat usahanya...usahanya untuk saya...yaa sudahlah sekarang saya mengerti tidak ada yang bisa saya andalkan...
Sampai detik ini saya menyayanginya...tetapi wajar rasanya bila perasaan saya sedikit-demi sedikit terkikis oleh perasaan kecewa atas perbuatan dia, dan saya sudah beribu kali pula memberi dia kesempatan untuk berubah, tetapi sampai kapan?
Saya hanya manusia biasa yang mempunyai impian dan berusaha mewujudkan impian saya, tidak lupa saya ajak dia berandil dalam impian saya, membantu dia untuk pelan-pelan munuju kesuksesan...walaupun mungkin terlalu jauh, yang penting saya berusaha mengajak dia untuk berusaha dari dini untuk mencapai kesuksesan...tapi tidak ada sedikitpun kemauan dia untuk mewujudkannya. Jadi saya mulai berfikir, bagaimana masa depan saya klo dia bgni? selama ini saya jungkir balik demi hidup saya, ibu saya dan sedikit untuk dia bila dia ingin serius bersama saya menuju hubungan yang lebih serius, tapi kalau dia bgni terus...apa lagi usaha saya yang bisa membantu dia? saya tidak bisa terus bgni, saya harus melakukan perubahan, demi masa depan saya dan ibu saya. dan tentunya semua harus sesuai dengan impian dan prinsip saya. Bila memang dia bukan jodoh saya, mau bagaimana lagi? saya selalu berharap bersama dia, tetapi bila kenyataannya nya berkata lain? Saya sudah berusaha untuk menjadikan dia lebih baik, tidak seperti yang saya mau pun tidak apa-apa...asalkan lebih baik...yaa untuk masa depan "kita" ahahaa...susah memang, dasarnya saja, saya selalu memikirkan dia, dan dia tidak pernah memikirkan saya, apalagi masa depan kita?
saat ini saya benar-benar berada di posisi yang sulit...ingin lepas...tapi dia tidak mau, yaa mungkin dia sayang sama saya, atau mungkin hanya merasa nyaman? sering saya katakan kepada dia, kalau dia hanya merasa nyaman dengan saya...mengapa tidak berteman saya? atau bersahabat? saya tidak akan pernah berubah, tetap akan selalu ada buat dia dan membantu dia semampu saya, karna saya juga menyayangi dia...tapi mungkin status kita saja yang berubah, dengan kata lain kita harus tau batas persahabatan kita dan merelakan saya dengan pria lain seperti saya juga harus merelakan dia dengan wanita lain...iya kan? tapi dia tidak mau...dan saya terlalu menyayangi dia sehingga, sedikitpun tidak mau mengecewakan dia...bahkan sekedar tidak membalas smsnya / tidak mengangkat telfonnya saja saya tidak tega...tidak seperti dia yang seenak nya selalu mengabaikan sms / telfon saya...
Tapi bagaimana bisa ya? dia bilang teramat menyayangi saya, tidak siap bahkan tidak akan pernah siap kehilangan saya...tetapi perlakuan dia terhadap saya tidak sesuai dengan ucapannya...
Ya sampai detik ini saya masih bisa bersabar dan memberi kesempatan dia untuk berubah...tetapi maaf karna saya tidak bisa menutup hati saya lagi untuk orang lain, karna life must go on...saya harus memikirkan masa depan saya, dan saya tidak mau munafik bila ada orang lain yang menyayangi saya dan bisa mengabulkan impian saya, saya harus berikir ulang untuk terus menunggu perubahan anda... :)
with Love,
